Rumah hantu

Andi berjalan kaki sepulang sekolah, ia merasa gelisah. Tiba-tiba, di kejauhan, Andi melihat sebuah rumah tua yang terlihat kosong dan menyeramkan. Andi penasaran dengan rumah tersebut, namun ia tidak berani untuk mendekatRasanya ia seakan didorong untuk melangkah lebih dekat, tarikan misterius yang tidak bisa dihindari. Tanpa sadar, ia telah berada di depan rumah itu. Rumah yang besar, namun sudah rapuh termakan usia. Terlihat sepi dan sunyi, namun entah mengapa Andi merasa ada sesuatu yang mengintip dari balik jendela retak-ratak yang memancarkan aura mistis. Ia pun lari ketakutan, meninggalkan rumah tersebut. Namun, malam itu Andi mendengar suara aneh bergema di telinganya yang membuat bulu kuduknya merinding, seperti undangan gaib yang tak bisa dia tolak. Andi memanglah penakut, namun ia adalah lelaki yang memiliki kemauan kuat untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di dalam rumah hantu tersebut. Setelah berjam-jam merenung, Andi akhirnya mengumpulkan keberanian untuk kembali ke rumah tua itu, memasuki pintu besar yang dari luar terlihat seperti mulut raksasa yang siap menelannya. di Rumah tersebut, andi hanya membawa senter kesayangannya. Semakin dalam ia menjelajahi lorong gelap rumah hantu, semakin intens bau tanah lapuk dan suara langkah kaki aneh yang menggema di sekelilingnya, membuat bulu kuduk Andi merinding tak karuan. Ia menghitung, lalu menyimpulkan bahwa rumah tersebut memiliki dua lantai, dengan satu lantai bawah dipenuhi oleh kegelapan total yang hanya diterangi oleh senter kecil Andi, dan satu lantai atas yang misterius dengan pintu tertutup rapat. Maka dengan hati-hati, Andi memilih untuk mengambil tangga yang membelah keheningan malam di depannya dan mendaki ke lantai atas rumah tua tersebut. Ia perlahan memanjat, melihat sekeliling. Namun hening, tak ada satupun benda yang bergerak atau suara yang terdengar di lantai atas, hingga tiba-tiba Andi merasa pusing dan hampir pingsan namun dia merasa ada yang menuntunnya ke sebuah pintu kamar yang terbuka sendiri. Dengan setengah sadar, Andi berusaha berteriak dan meminta tolong, namun usahanya hanya sia sia. Tanpa peringatan, Andi merasakan tubuhnya terseret masuk ke dalam kamar gelap yang terasa semakin dingin, teriakan horror pun memenuhi ruangan." Hingga akhirnya, Andi terbangun di pagi hari. Ia terbangun di dalam kamarnya sendiri. Ia bingung dan kebingungan, apakah yang dialaminya semalam hanyalah mimpi buruk atau kenyataan yang menyeramkan. Namun, ketika Andi melihat senter kesayangannya di meja yang sama seperti yang dia bawa ke rumah tua, dia menyadari bahwa kejadian misterius itu mungkin bukan sekadar mimpi
Rumah hantu
0

Writers
Player9876The Twister (NCP)
Publish Date
2/3/2026

0 Comment

Log in to add comment